Gang Pengrajin, Sentra Pengrajin di Jatinangor

Gang Pengrajin, Sentra Pengrajin di Jatinangor
Gang Pengrajin, Sentra Pengrajin di Jatinangor

Jatinangor memang telah dikenal sebagai kawasan pendidikan. Daerah yang menjadi perbatasan antara Bandung dan Sumedang ini memang dikelilingi oleh gedung-gedung kampus ternama.

Di Jatinangor sendiri terdapat sejumlah universitas-universitas ternama seperti Universitas Padjajaran, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, atau Institut Teknologi Bandung.

Namun dibalik dikenalnya sebagai kawasan pendidikan, Jatinangor juga mempunyai sentra pengrajin yang disebut Gang Pengrajin. Gang ini terletak di Desa Cibeusi, Jatinangor, Sumedang.

Sesuai dengan namanya, gang yang satu ini memang dikenal dengan karya-karya kerajinannya yang unik. Pada gang ini dapat ditemukan pengrajin patung, topeng sampai alat musik perkusi.

Hendri Sanjaya merupakan salah satu pengrajin patung mini di Gang Pengrajin. Uniknya, patung berukuran mungil kreasinya tersebut terbuat dari korek api. Kabarnya, patung mini karya lokal ini telah berhasil diekspor sampai ke luar negeri.

Menurutnya, ide untuk membuat terinspirasi dari keisengannya dalam mengolah limbah ukiran patung menjadi kerajinan. Namun, karena dikelilingi oleh pengrajin dengan patung ukuran besar, ia berinisiatif untuk membuat patung dalam ukuran mini.

Selain Hendri, Asep adalah pengrajin alat musik perkusi di Jatinangor. Ia mengatakan jika gang ini dinamakan pengrajin karena dulunya hampir semua warga didaerah tersebut berprofesi sebagai seorang pengrajin.

Menurut Asep, hampir setiap rumah di Gang Pengrajin dulunya merupakan pengrajin. Namun, kini seiring perkembangan zaman, pengrajin di kawasan ini hanya tinggal beberapa saja.

“Dulunya hampir setiap rumah di Gang Pengrajin ini merupakan pengrajin, baik itu pengrajin patung, topeng, atau alat-alat musik. Tapi kini hanya tinggal beberapa saja yang masih jadi pengrajin,” tuturnya.

“Sekarang juga masih ada beberapa, namun biasanya hanya dijadikan sebagai sampingan. Kebanyakan warga sudah mempunyai pekerjaan lain, tapi kalo ada pesanan biasanya dikerjakan,” lanjutnya.

Asep berharap agar kedepannya pemerintah bisa lebih memperhatikan kembali pengrajin-pengrajin yang terletak di kawasan Gang Pengrajin ini.

“Harapan saya kedepannya pengrajin disini bisa lebih dimudahkan dan diperhatikan, terlebih modal untuk pengrajin in ikan juga tidak begitu besar, terus mungkin bisa lebih dimudahkan ketika proses ekspornya,” tutupnya.